Bismillah....

"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya)." (QS. AN NAML:62)

Tampilkan postingan dengan label SAINTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAINTEK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

Setiap kali berbelanja makanan, apakah Anda mengetahui arti dari berbagai label yang tertera pada produk makanan yang hendak dibeli? Jika belum paham, berikut penjelasannya:

a. No Added Sugar: Tidak ada gula yang ditambahkan selama proses pengolahannya.
b. Fat Free: Mengandung tidak lebih dari 0,5 gram lemak per porsinya.
c. Low Fat: Mengandung kurang dari 3 gram lemak per porsinya.
d. Reduced fat: Mengandung 25 persen atau lebih lemak per porsi dari versi regular.
e. Calorie free: Mengandung tidak lebih dari 5 kalori per porsinya.
f. Low calorie: Mengandung tidak lebih dari 40 kalori per porsinya.
g. Light or Lite: Mengandung kalori sekitar 30 persen lebih sedikit daripada versi biasa dan 50 persen lebih sedikit lemak.
h. High Fiber: Mengandung 5 gram atau lebih serat dan 3 gram atau kurang lemak per porsinya.
i. Good Source of Fiber: Mengandung 2,5 sampai 4,9 gram serat per porsinya.
j. Cold Pasteurized: Sebenarnya berarti 'radiasi'. Makanan telah terkena radiasi pengion untuk membunuh bakteri, virus, atau serangga. (oleh : Prita Daneswari dalam Media Indonesia.com)

Posted by MuFin On 07.36 No comments READ FULL POST

Selasa, 06 Desember 2011

Livestockreview.com, Produk Olahan. Pada telur ayam, bagian terbesar darinya adalah putih telur, yaitu 56-61% dari keseluruhan telur. Putih telur terdiri atas empat lapisan, yaitu lapisan encer luar, lapisan kental luar, lapisan encer dalam, dan lapisan khalazaferous. Perbedaan kekentalan dari lapisan tersebut adalah kandungan air yang terdapat di dalamnya.

Putih telur merupakan cairan yang tidak berwarna, mengandung air yang merupakan komponen terbesar dari telur. Putih telur dikenal dengan sebutan albumin (albus = putih), karena bila dikoagulasikan, putih telur akan menghasilkan endapan yang berwarna putih. Bagian paling dominan pada telur ini mengandung air hingga 88% dari berat total putih telur dan protein lebih dari 80% berat kering.

Protein yang terkandung di dalamnya terdiri dari protein serabut ovomucin dan protein globular. Protein yang banyak terdapat antara lain : ovalbumin, conalbumin (ovotransferrin), ovomucoid, lyzozyme, flavoprotein, ovoglobulin, ovoinhibitor, dan avidin.

Yang patut diketahui, protein putih telur lebih sensitif terhadap panas daripada kuning telur. Koagulasi mulai terjadi pada suhu 60̊C pada putih telur dan 65̊C pada kuning telur. Ovalbumin pada putih telur merupakan protein yang lebih tahan terhadap pemanasan tetapi mudah terdenaturasi dan terkoagulasi karena pengocokan.

Berkurangnya gas CO2 yang ada di dalam telur menyebabkan terjadinya peningkatan nilai pH. Putih telur juga mengandung garam natrium dan kalium karbonat yang merupakan bahan penyusun larutan buffer. Apabila kandungan CO2 di dalam telur berkurang maka kandungan ion bikarbonat berkurang sehingga kemampuan buffer telur menurun dan pH meningkat.

Peningkatan nilai pH yaitu dari nilai 7 menjadi 9-9,7 menyebabkan terjadinya ikatan antara lysozyme dan ovomucin. Ovomucin terdiri atas dua tipe yaitu α-ovomucin dan β-ovomucin. β-ovomucin yang paling berpengaruh terhadap adanya pengenceran di putih telur.

penulis: rini sulistyowati | editor: ria laksmi

Posted by MuFin On 02.50 No comments READ FULL POST

Livestockreview.com, Produk Olahan.Di bandingkan susu sapi atau susu formula, susu kambing jauh lebih aman dan tidak menyebabkan alergi. Susu kambing memiliki kandungan flourine dan protein tinggi. Bahkan, protein dalam susu kambing terhitung terbaik setelah telur dan hampir setara dengan ASI. Susu kambing terbaik adalah susu segar (raw goat milk).Kandungan fluorine yang terdapat pada susu kambing berkisar 10 sampai 100 kali lebih besar dibandingkan susu sapi. Fluorine bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh. Juga bisa membantu pencernaan dan menetralisir asam lambung, menyembuhkan reaksi-reaksi alergi pada kulit, saluran napas dan pencernaan.

Karena kandungan gizi susu kambing bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Susu ini jugacocok untuk bayi, anak-anak maupun orang dewasa yang alergi terhadap susu sapi.

Gejala alergi terhadap protein susu biasanya timbul pada bayi berumur dua sampai empat minggu. Gejala ini semakin jelas pada saat bayi berumur enam bulan. Bagian tubuh yang terserang alergi adalah saluran pernapasan dan kulit. Namun gejala alergi ini sangat sedikit terjadi pada pengkonsumsi susu kambing. Sebanyak 40 persen orang-orang yang alergi terhadap susu sapi memiliki toleransi yang baik terhadap susu kambing.Keunggulan lain susu kambing adalah susu lebih mudah dicerna.

penulis; veronica | editor: rina purnama

Posted by MuFin On 02.28 No comments READ FULL POST

Rabu, 30 November 2011

-> Catatan singkat dari Seminar Kakao di Fakultas Teknologi Pangan UNPAD, 30-11-11. Semoga bermanfaat :D

Indonesia saat ini adalah negara penghasil terbesar ke-3 kakao dunia atau setara 15% dari total produksi kakao dunia. Sedangkan penghasil pertama diduduki oleh afrika. Kakao Indonesia dinilai mempunyai kualitas tersendiri. Keunggulan kakao Indonesia adalah titik leleh bubuk coklatnya tinggi, yang dapat mencapai 33°C.

Untuk di Indonesia, penghasil kako terbesar berada di daerah sulawesi. Biji kakao di sulawesi memiliki nilai jual termurah di dunia, namun minyak fermentad termahal di dunia (tidak memiliki rasa yang tajam dan memiliki nilai FFA yang rendah.

Begitu juga dengan kandungan polifenolnya, memiliki nilai kandungan yang tinggi sekitar 4,6%. Namun akan berkurang 50% nya bila mengalami fermentasi dan berkurang pula dalam tahapan pengolahan Coklat lainnya.

Posted by MuFin On 06.48 No comments READ FULL POST

Minggu, 20 November 2011

Mahasiswa kimia atau orang-orang yang berprofesi di bidang kimia, pastilah setiap harinya berhubungan dengan bahan-bahan kimia, baik untuk melaksanakan praktikum, analisis kimia, packing zat, ataupun untuk penelitian. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, laboratorium yang digunakan setidaknya harus memiliki standar kelayakan. Standar minimal yang harus dimiliki oleh laboratorium adalah memiliki lemari asam, ventilasi udara yang baik, air yang terus mengalir, dan memiliki peralatan pemadam kebakaran. Sedangkan bagi pengunanya, standar minimalnya adalah harus menggunakan pakaian/jas laboratorium, kaos tangan, dan masker serta kacamata khusus. Penggunaan standar minimal ini bertujuan agar para penguna laboratorium dapat meminimalisir bahaya akibat keracunan bahan kimia.


Keracunan Bahan Kimia

Keracunan zat-zat kimia pada tubuh manusia dapat membahayakan kelangsungan hidup. Bahan kimia beracun tersebut akan merusak jaringan tubuh terpenting sehingga menggangu atau bahkan menghentikan fungsinya. Beberapa jaringan tubuh yang rentan terhadap keracunan diantaranya kulit, susunan syaraf, sumsum tulang, ginjal, hati, dan alat-alat pencernaan. Jika organ tersebut terganggu, terjadilah penurunan tingkat kesehatan yang akan membahayakan jiwa manusia, terutama bila pertolongan terlambat diberikan.

Beberapa jenis bahan kimia yang harus diperhatikan karena berbahaya adalah :

Bahan KimiaPenjelasanPotensi Bahaya Kesehatan
AgNO3Senyawa ini beracun dan korosif. Simpanlah dalam botol berwarna dan ruang yang gelap serta jauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar.Dapat menyebabkan luka bakar dan kulit melepuh. Gas/uapnya juga menebabkan hal yang sama.
HClSenyawa ini beracun dan bersifat korosif terutama dengan kepekatan tinggi.Dapat menyebabkan luka bakar dan kulit melepuh. Gas/uapnya juga menebabkan hal yang sama.
H2SSenyawa ini mudah terbakar dan beracunMenghirup bahan ini dapat menyebabkan pingsan, gangguan pernafasan, bahkan kematian.
H2SO4Senyawa ini sangat korosif, higroskopis, bersifat membakar bahan organik dan dapat merusak jaringan tubuh
Gunakan ruang asam untuk proses pengenceran dan hidupkan kipas penghisapnya.
Jangan menghirup uap asam sulfat pekat karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, kontak dengan kulit menyebabkan dermatitis, sedangkan kontak dengan mata menyebabkan kebutaan.
NaOHSenyawa ini bersifat higroskopis dan menyerap gas CO2.Dapat merusak jaringan tubuh.
NH3Senyawa ini mempunyai bau yang khas. Menghirup senyawa ini pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan pembengkakan saluran pernafasan dan sesak nafas. Terkena amonia pada konsentrasi 0.5% (v/v) selama 30 menit dapat menyebabkan kebutaan.
HCNSenyawa ini sangat beracun. Hindarkan kontak dengan kulit. Jangan menghirup gas ini karena dapat menyebabkan pingsan dan kematian.
HFGas/uap maupun larutannya sangat beracun.Dapat menyebabkan iritasi kulit, mata, dan saluran pernafasan.
HNO3Senyawa ini bersifat korosif.Dapat menyebabkan luka bakar, menghirup uapnya dapat menyebabkan kematian.

Bahan-bahan kimia diatas, jika kita amati adalah bahan-bahan kimia yang umumnya kita gunakan dalam laboratorium. Ternyata bahan-bahan kimia tersebut menyimpan potensi untuk meracuni tubuh.

Keracunan bahan kimia diatas, dapat terjadi melalui beberapa cara, sesuai dengan sifatnya. Keracunan dapat terjadi akibat tertelannya bahan kimia dalam saluran pencernaan. Untuk bahan kimia berupa gas, saluran pernafasan merupakan jalan masuk utama ke dalam tubuh seseorang. Bahan beracun dapat pula diserap melalui kulit atau langsung merusak jaringan kulit apabila terjadi persinggungan dengannya. Selaput lendir (mukosa) mata juga dapat menjadi salah satu tempat masuknya bahan kimia yang kemudian meracuni jaringan setempat.

Pertolongan pada Korban Keracunan

Pada umumnya, tata cara pertolongan akibat keracunan biasanya mengikuti satu pedoman umum, kecuali pada beberapa kasus keracunan khusus seperti sianida, yang memerlukan pertolongan secara khusus. Pedoman utama dalam memberikan pertolongan adalah dengan cara menghilangkan atau membuang bahan beracun dari korban.

Umumnya pertolongan pertama yang diberikan kepada korban yang tidak sadar atau hampir pingsan adalah dengan menelungkupkannya dengan kepala menghadap ke samping dan lidah dikeluarkan untuk mencegah tersedak karena ludah. Jagalah korban agar tetap pada posisi berbaring dan tetap hangat suhu badannya, dan jika diperlukan berilah bantuan pernafasan buatan. Ingat : jangan memberi minuman beralkohol karena dapat mempercepat penyerapan beberapa jenis racun oleh tubuh. Dan terakhir segeralah meminta pertolongan dari petugas kesehatan.

Secara khusus, perlakuan lanjutan yang harus dilakukan pada setiap jenis keracunan bahan kimia yang berbeda adalah sebagai berikut :

1. Keracunan melalui Mulut/Pencernaan

Perlakuan yang dapat diberikan kepada korban adalah dengan memberikan air minum/susu sebanyak 2-4 gelas, Apabila korban pingsan jangan berikan sesuatu melalui mulut. Usahakan supaya muntah segera dengan memasukkan jari tangan ke pangkal lidah atau dengan memberikan air garam hangat (satu sendok makan garam dalam satu gelas air hangat). Ulangi sampai pemuntahan cairan jernih. Pemuntahan jangan dilakukan apabila tertelan minyak tanah, bensin, asam atau alkali kuat, atau apabila korban tidak sadar.

Berilah antidote yang cocok, bila tidak diketahui bahan beracunnya, berilah satu sendok antidote umum dalam segelas air hangat umum. Bubuk antidote umum terbuat dari dua bagian arang aktif (roti yang gosong), satu bagian magnesium oksida (milk of magnesia), dan satu bagian asam tannat (teh kering). Jangan berikan minyak atau alkohol kecuali untuk racun tertentu.

Berikut adalah beberapa alternatif obat yang dapat anda gunakan untuk pertolongan pertama terhadap korban keracunan bahan kimia :

Jenis PeracunPertolongan Pertama
Asam-asam korosif seperti asam sulfat (H2SO4), fluoroboric acid, hydrobromic acid 62%, hydrochloric acid 32%, hydrochloric acid fuming 37%, sulfur dioksida, dan lain-lain. Bila tertelan berilah bubur aluminium hidroksida atau milk of magnesia diikuti dengan susu atau putih telur yang dikocok dengan air.Bila tertelan berilah bubur aluminium hidroksida atau milk of magnesia diikuti dengan susu atau putih telur yang dikocok dengan air.
Jangan diberi dengan karbonat atau soda kue.
Alkali (basa) seperti amonia (NH3), amonium hidroksida (NH4OH), Kalium hidroksida (KOH), Kalsium oksida (CaO), soda abu, dan lain-lain.Bila tertelan berilah asam asetat encer (1%), cuka (1:4), asam sitrat (1%), atau air jeruk. Lanjutkan dengan memberi susu atau putih telur.
Kation Logam seperti Pb, Hg, Cd, Bi, Sn, dan lain-lainBerikan antidote umum, susu, minum air kelapa, norit, suntikan BAL, atau putih telur.
PestisidaMinum air kelapa, susu, vegeta, norit, suntikan PAM
Garam ArsenBila tertelan usahakan pemuntahan dan berikan milk of magnesia.

2. Keracunan melalui Pernafasan

Jika racun yang masuk dalam tubuh terhirup oleh saluran pernafasan, gunakan masker khusus atau kalau terpaksa sama sekali tidak ada, tahanlah nafas saat memberikan pertolongan di tempat beracun. Bawalah korban ke tempat yang berudara sesegera mungkin dan berikan pernafasan buatan secepatnya, apabila korban mengalami kesulitan bernafas. Lakukan hal tersebut berulang-ulang sampai petugas kesehatan datang.

3. Keracunan melalui Kulit

Jika racun masuk ke dalam tubuh melalui kulit, jika memungkinkan tentukan lebih dulu jenis bahan kimia beracun yang masuk dan usahakan agar tidak tersentuh, siramlah bagian tubuh korban yang terkena bahan racun dengan air bersih paling sedikit 15 menit. Langkah selanjutnya, lepaskan pakaian yang dikenakan, berikut sepatu, perhiasan dan benda-benda lain yang terkena racun. Jangan mengoleskan minyak, mentega atau pasta natrium bikarbonat pada kulit yang terkena racun, kecuali diperintahkan oleh petugas kesehatan yang hadir di situ.

4. Keracunan melalui Mata

Jika racun yang masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir di mata, segeralah melakukan pencucian pada kedua mata korban dengan air bersih dalam jumlah banyak (disini anda dapat mengunakan air hangat-hangat kuku). Buka kelopak mata atas dan bawah, tarik bulu matanya supaya kelopak mata tidak menyentuh bola mata. Posisi ini memungkinkan masuknya air bersih dan dapat mencuci seluruh permukaan bola mata dan kelopaknya. Teruskan pekerjaan ini sampai paling sedikit 15 menit.

Penutup

Perlindungan diri terhadap bahaya kesehatan dari keracunan bahan-bahan kimia di Indonesia, sangat rendah sekali. Hal ini dimungkinkan karena laboratorium-laboratorium kimia di Indonesia sering mengabaikan standar minimal operasional terutama dalam ketidaksediaan lemari asam. Hal ini juga diperparah oleh para pengunanya yang lalai terhadap perlindungan diri. Banyak terjadi kasus keracunan bahan kimia yang disebabkan oleh kecerobohan dan ketidaktahuan para penguna mengenai potensi bahaya dari suatu bahan kimia.

Untuk mencegah terjadinya keracunan selama bekerja di laboratorium, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan penguna :

  1. Mempunyai pengetahuan akan bahaya dari setiap bahan kimia sebelum melakukan analisis.
  2. Simpanlah semua bahan kimia pada wadahnya dalam keadaan tertutup dengan label yang sesuai dan peringatan bahayanya.
  3. Jangan menyimpan bahan kimia berbahaya dalam wadah bekas makanan/minuman, gunakanlah botol reagen.
  4. Jangan makan/minum atau merokok di laboratorium.
  5. Gunakan lemari asam untuk bahan-bahan yang mudah menguap dan beracun.
  6. Gunakan atau pakailah jas laboratorium selama bekerja di laboratorium.
  7. Mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan bila terjadi keracunan bahan kimia di laboratorium.
Demikian, semoga kita dapat lebih berhati-hati dalam bekerja di laboratorium. Dan usahakan untuk mencuci tangan dan mengkonsumsi susu setelah bekerja di laboratorium. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.
(sumber : http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/bagaimana_menolong_korban_keracunan_bahan_kimia/)
Posted by MuFin On 01.15 No comments READ FULL POST

Selasa, 04 Oktober 2011


Direktur LPPODirektur LPPOM MUI: Hati-Hati Konsumsi Obat dan KosmetikaM MUI: Hati-Hati Konsumsi Obat dan Kosmetika

Umat Islam dihimbau agar teliti dan hati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan dan kosmetika. Sebab, saat ini obat yang kita makan ketika sakit dan kosmetika yang kita pakai untuk mempercantik diri masih banyak yang belum memiliki sertifikasi halal.

Umat Islam dihimbau agar teliti dan hati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan dan kosmetika. Sebab, saat ini obat yang kita makan ketika sakit dan kosmetika yang kita pakai untuk mempercantik diri masih banyak yang belum memiliki sertifikasi halal.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Dr.Ir. H. Muhammad Nadratuzzaman Hosen mengatakan, sekitar 120 perusahaan obat-obatan dan tujuh perusahaan kosmetik belum mendapat sertifikasi halal, dan hanya lima perusahaan yang telah memiliki label halal.

Meskipun produsen pangan, obat-obatan, dan kosmetika memang tidak diwajibkan mendapatkan sertifikasi halal oleh pemerintah. Tetapi untuk menjaga ketentraman hati dan menjaga umat untuk tidak mengkonsumsi sesuatu yang haram, LPPOM MUI menghimbau setiap produsen mau mendaftarkan produknya.

Berikut petikan wawancara Eramuslim dengan Direktur LPPOM MUI, ditemui sela-sela Seminar Nasional Kehalalan Obat-obatan dan Kosmetika, di Auditorium Universitas Yarsi, Jakarta.

Berapa persen obat-obatan dan kosmetika yang belum disertifikasi, karena inikan mencemaskan umat Islam?

Kalau soal presentasinya saya memang tidak tahu persis ya, karena kita kan bersifat pasif, kalau ada orang yang meminta sertifikasi halal, mengajukan aplikasi kita baru memprosesnya. Tapi yang jelas mengenai obat-obatan ini, saya mendengar bahwa ada 120 perusahaan obat, belum lagi importir dan distributor. Tapi kalau kita lihat jenis obat, misalnya obat penurun panas jenis parasetamol dari berbagai merek. Kalau kita lihat sekarang, baru lima perusahaan obat-obatan dan kosmetika yang meminta sertifikasi halal. Jadi menurut kami hampir 95 persen obat-obatan tidak mempunyai sertifikasi halal, termasuk juga kosmetika.

Nah sekarang, karena halal atau haram ini otoritas ulama bukan otoritas LPPOM, kami tugasnya hanya melakukan pemeriksaan, pengkajian dan mengaudit. Jadi kami ingin mengajak dan mengingatkan masyarakat bahwa masih banyak persoalan mengenai keharaman di sektor obat-obatan dan kosmetika.

Oleh karena itu kami menghimbau BPOM dan Depkes agar melihat ini sebagai masalah yang serius, karena Indonesia adalah negara Muslim terbesar. Dan nampaknya pemerintah belum mempunyai political will untuk melindungi konsumen muslim. Kalau kami ini posisinya bukan sebagai pemerintah, hanya membantu tugas dari pemerintah. Jika uluran tangan kami belum disetujui, cobalah cari jalan keluarnya. Yang tidak saya inginkan adalah masyarakat konsumen muslim yang sudah sadar, melakukan pengadilan sendiri.

Maksudnya pengadilan sendiri?

Kalau ada pabrik obat yang diketahui jelas-jelas produknya haram, mereka lalu membakarnya atau melakukan tindakan lainnya, jadi seperti itu. Kita tidak mau seperti itulah, kita ingin ada penyelesaian bahwa namanya konsumen itu harus dilindungi, walaupun hanya menyangkut obat-obatan dan kosmetika, karena kalau kita bergantung pada dokter, ternyata dokter juga mengakui tidak pernah mendapatkan informasi lengkap tentang obat-obatan yang mengandung unsur babi atau keharaman lainnya. Jadi tidak dapat diharapkan, apalagi pasien yang tidak tahu dengan obat-obatan, yang percaya pada dokter, sedangkan dokter saja tidak tahu.

Kalau dikemasannya ditulis mengandung babi atau ada gambarnya, tidak menjadi masalah, tetapi persoalannya lagi tidak semua dokter memperhatikannya, kadang-kadang apotik yang menjualnya tidak dengan kemasannya. Langsung obatnya saja. Jadi peluang terjadinya disinformasi seperti itukan sangat besar. Karena dokter sendiri ada yang praktek sampai jam dua malam, karena jumlah pasiennya terlalu banyak, mana sempat memperhatikan.

Tapi karena masyarakat sudah percaya pada dokter, apapun yang dikasih obatnya oleh dokter, pasti diminum, tidak pernah tanya-tanya soal keharamannya. Kalau dokternya pernah diberitahukan oleh pabrik farmasi tentang kandungan obat tertentu yang diragukan kehalalannya, jika tidak memberitahukan kepada pasiennya berarti salah dong, ada mata rantainya. Oleh karena itu, kami juga menghimbau rumah sakit dan dokter untuk memperhatikan masalah ini.

Bagaimana dengan kosmetika yang banyak diiklankan, tapi belum memenuhi standar kehalalan?

Masalah penggunaan plasenta misalnya, kalau dari manusia jelas-jelas diharamkan, tapi saya dengar juga bahwa plasenta dari manusia banyak digunakan, sebab paling bagus. Tapi kembali lagi, ibu-ibu kalau kita jelaskan ini, umumnya jawaban begini "lebih baik gak dengar deh, kalau gak tahu kan boleh." Di sini dapat kita lihat bagaimana konsumen di Indonesia yang mayoritas Muslim memiliki kemauan atau tidak. Pabrik-pabrik itu akan berubah kalau konsumen Muslimnya juga menggugat, tapi kalau konsumen Muslimnya senang-senang saja, kita mau bilang apa.

Apakah anda melihat selama ini konsumen Muslim bersikap tak peduli terhadap masalah ini?

Ya, saya pikir sepertinya begitu, tidak merasakan ini penting. Oleh karenanya berbagai cara kita lakukan, salah satunya dengan menyelenggarakan seminar untuk sosialisasi guna mengingatkan masyarakat, bukan hanya produsen, tapi juga konsumen. Jangan menganggap obat-obatan dan kosmetika ini oke-oke saja, karena halal dan haram yang tahu ulama. Dan jangan berani mengatakan ini halal, dari mana kalau bukan dari ulama, pengetahuan kitakan terbatas.

Berarti LPPOM MUI harus bersedia menjelaskannya?

Ya itulah, bicara soal tanggung jawab, seperti Wakil Ketua MUI Din Syamsuddin menyarankan, agar mengumumkan obat-obatan dan kosmetika yang jelas-jelas haram. Tidak peduli orang resah atau tidak, tapi ini tanggung jawab ulama.

Bagaimana LPPOM menyikapi tantangan ini?

Kami tetap menginginkan persuasif edukatif, kalaupun kami tahu jelas-jelas itu barang haram, akan kami buat surat, kami ingatkan. Meskipun caranya berbeda tapi tujuannya sama, dan melalui kegiatan sosialisasi melalui seminar kita, kita mencoba meluruskan kesalahpahaman dari pihak Departemen Kesehatan yang semula menganggap saya membuat isu, tapi setelah dijelaskan bahwa halal haram itu tanggung jawab ulama, mereka baru bisa mengerti. Sekarang alhamdulillah Kepala BPOM cukup mengerti bahwa memang sebelum mengedarkan obat harus mempertimbangkan masalah kehalalannya.

Bagaimana dengan peredaran obat kuat yang saat ini marak dijual bebas, apakah ini sudah memenuhi standar persyaratan?

Sebenarnya untuk pengawasan tugas BPOM, kami kan bukan pemerintah. Kami menghimbau agar obat-obatan yang menimbulkan efek negatif diawasi. Sebenarnya yang menjadi permasalahan bukan hanya kehalalan atau bisa menyembuhkan saja, namun kalau obat itu dapat menjadi racun dan menimbulkan efek yang besar, tentu akan diharamkan juga oleh agama.

Kami menghimbau agar pemerintah berani menegakkan hukum, masalahnya dinegara kita penegakan hukum ini lemah. Kami prihatin, seolah-olah negeri ini tidak punya pemerintah. Seharusnya pemerintah dapat mengatur, melindungi konsumen, seperti kalau ada obat liar, obat palsu atau berbagai macam obat yang beredar diseluruh Indonesia. Kasihan konsumen kita, tidak tahu apa-apa.

Cara ini berarti bukan hanya melindungi konsumen yang mayoritas muslim saja, tetapi juga non muslim?

Iya lah, agama inikan membuat kemaslahatan seluruh umat atau rahmatan lil alamin. Kami ingin cari yang terbaiklah untuk umat yang terdiri dari konsumen dan produsen. Kita ingin yang terbaik, jangan sampai persoalan halal haram menjadi komoditas permainan orang. Inikan masalah agama, tanggung jawabnya kepada Allah, ini yang kita mau ingatkan.(noffel)

(http://klik-brc.com/index.php?option=com_content&view=article&id=47:direktur-lppom-mui-hati-hati-konsumsi-obat-dan-kosmetika&catid=19:artikel-kesehatan)

Hati-hati Mengonsumsi Obat Pelangsing

MEMILIKI tubuh langsing, tinggi semampai, dan singet adalah dambaan setiap
orang, terutama kaum hawa. Dengan bentuk tubuh yang indah, tentunya akan punya
”nilai jual” yang lebih tinggi dan otomatis akan lebih menarik bagi lawan
jenis. Lebih-lebih bagi mereka yang masih lajang.

Memiliki tubuh idaman bukanlah merupakan perkara mudah. Kita mesti
mengupayakanya dengan maksimal dan sekuat tenaga. Apalagi, bagi mereka yang
punya hobi ngemil, makan tidak diatur dan jarang olah raga, rasanya tubuh
langsing itu hanyalah khayalan belaka.

Tak mengherankan jika kini banyak ditawarkan berbagai obat ataupun suplemen
dengan iklan yang menggiurkan, yang mempromosikan bisa menjadi langsing secara
instan. Karena keinginan yang menggebu itu, mereka biasanya tidak menghiraukan
lagi efek negatifnya yang bakal terjadi dan langsung saja dikonsumsi secara
serampangan, tanpa konsultasi dengan tenaga medis.

Andrea De Cruz, seorang bintang televisi Singapura, adalah salah satu
contohnya. Ia terpaksa harus mendekam selama beberapa lama di rumah sakit dan
mesti menjalani cangkok liver akibat menenggak pil pelangsing secara
berlebihan. Kabarnya pula, hal serupa telah menimpa 13 orang lainnya akibat hal
yang sama. Kebanyakan dari mereka menderita hipertiroid, ketidakteraturan
denyut jantung dan hepatitis.

Kejadian umum yang terjadi adalah mengonsumsi obat pelangsing tanpa resep
dokter sehingga sulit untuk memonitornya bila ada hal-hal yang tidak
diinginkan.

Tak bisa dipungkiri, animo masyarakat — terutama kaum hawa yang merasa gembrot
— terhadap obat pelangsing ini sangat tinggi. Kalangan pedagang, baik di
apotek, toko obat, dan distributor farmasi, mengakui penjualannya cukup laju
pesat. Peningkatan tren ini juga dipicu oleh iklan-iklan di berbagai media
cetak dan elektronik yang cukup gencar. Kita juga sering menjumpai selebaran di
berbagai tempat umum.

Dr. Budiono Santosa, dari Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat
Universitas Gadjah Mada mengatakan, sebenarnya secara klinis tidak ada obat
mujarab — apalagi instan — yang bisa melangsingkan tubuh. Jika banyak oang yang
mengonsumsinya, itu lebih kepada gaya hidup kaum modern yang cenderung tidak
mau ”ketinggalan zaman” dengan perilaku sosial di sekelilingnya.

Seseorang menjadi gemuk karena adanya penumpukan lemak atau kelebihan cairan
dalam sel. Pada proses menjadi gemuk, jumlah sel tubuh akan terus bertambah dan
ketika perubahan jumlah sel berhenti, ukuran selnya bertambah. Penimbunan lemak
terjadi karena makanan (terutama karbohidrat) yang masuk berlebihan,
dibandingkan dengan kebutuhan tubuh.

Makanan akan dirombak menjadi energi, namun tubuh tidak memanfaatkannya.
Akibatnya, surplus energi ini akan disipan dalam tubuh dalam bentuk lemak
sebagai energi cadangan. Oleh karena itu, berat badan seseorang hanya dapat
dikurangi dengan membatasi asupan makanan atau diet, dan meningkatkan keluaran
energi melalui aktivitas fisik (olah raga teratur). Cara ini sepertinya
sederhana saja, tapi dalam kenyataannya perlu motivasi diri yang benar-benar
kuat. **

DI pasaran dewasa ini, ada beberapa jenis obat yang perlu memakai resep dokter
dan pemonitoran ketat dalam pemakaiannya. Dan obat-obat ini sebenarnya bukan
melulu direkomendasikan untuk pelangsing, hanya beberapa upaya saja bagi mereka
yang ingin mencobanya.

Obat-obatan itu di antaranya:

A. Golongan Orlistat

Cara kerja obat golongan ini adalah dengan menahan penyerapan lemak dalam usus
besar dengan jalan menghambat pemecahan molekul lemak dalam usus besar.
Direkomendasikan pemakaiannya selama 2 tahun. Efek samping yang berat belum
dilaporkan, tapi kebanyakan pasien mengeluhkan pe-rasaan tidak nyaman pada
perut (keram perut), inkontinensia (buang air kecil tidak terkontrol, ngompol)
dan tubuh bisa kehilangan vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam air jika
penggunaan terus-menerus. Obat ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil, ibu
yang sedang menyusui dan anak di bawah 18 tahun.

B. Golongan Mazindol

Cara kerja obat golongan ini adalah sebagai penahan nafsu makan. Obat ini
bekerja pada reseptor nor adrenalin, serotonin, dan dopamin dalam otak agar
bisa mengontrol nafsu makan atau mengurangi dan mengontrolnya.

Efek samping yang sering dijumpai adalah jantung berdegup lebih cepat, kepala
terasa melayang, mulut kering, rasa tidak nyaman di perut, kekacauan waktu
tidur, kulit sering gatal-gatal, dan tekanan darah bisa meningkat.

Golongan lainnya adalah Diethyl propion HCl, Sibutramine, Phentermine, dan
D-norpseudoephedrine.

C. Golongan Furosemide

Obat golongan ini bekerja sebagai diuretika (memperbanyak keluaran air
seni/urine). Berkurangnya air dalam tubuh memang dapat menyusutkan berat badan.
Berkurangnya berat badan itu bukan karena menjadi kurus, melainkan karena
cairan tubuhnya bekurang sehingga sel-selnya mengecil. Itu pun bersifat
sementara. Bila cairan keluar berlebihan, bisa terjadi dehidrasi dan ini sangat
membahayakan tubuh dan berisiko pada fungsi ginjal yang tidak normal.

Di samping obat-obatan di atas yang mesti memakai resep dokter, ada juga produk
yang dijual sebagai food supplemen.

Produk jenis ini tidak punya bahan aktif dan cara kerjanya sebagai makanan
pengganti rendah kalori saja (tapi biasanya tinggi protein). Efek sampingnya
karena terlalu besar kadar proteinnya jika dikonsumsi berlebihan bisa juga
mengakibatkan dehidrasi, kehilangan mineral, dan bisa juga gagal ginjal.
Disarankan, selama meminum obat ini harus banyak minum.

Jenis yang lain adalah jenis pembakar lemak. Bahan aktifnya adalah L-carnitine,
inositol, L-methionine, dan asam pantotenat. L-carnitine sebagai asam amino
akan membakar lemak dengan bantuan asam pantotenat. Efek sampingnya adalah
tubuh akan kekurangan nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu panjang.

Satu lagi produk tanpa resep alias dijual bebas, yaitu golongan penahan nafsu
makan. Produk ini berisi suplemen yang akan menggumpal dalam lambung dan ini
akan mengurangi nafsu makan karena perut sudah merasa kenyang. Terkenal degan
apa yang disebut makanan/minuman berserat. Jika dikonsumsi dalam jangka
panjang, bisa mengakibatkan adanya penyumbatan dalam usus besar dan sangat
membahayakan.

**

SELAIN dua golongan produk itu, masih ada satu lagi produk yang beredar dan
masih bebas juga dibeli yaitu golongan yang terkenal dengan sebutan teh
pelangsing. Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), saat ini ada
sekira 10 macam teh pelangsing yang beredar di pasaran dan enam di antaranya
buatan luar negeri. Pada umumnya yang dinamakan teh pelangsing itu berisi
campuran daun teh (Thea folium) dengan beberapa tumbuhan bahan/sediaan
tradisional dan beberapa diantaranya ditambah juga akar wangi untuk memperkuat
aromanya.

Secara farmakologis, teh pelangsing juga bisa dikategorikan sebagai diuretik
(pelancar air seni saja). Menurut Dr. Budiono, masyarakat kini begitu gandrung
dengan teh pelangsing ini, dan lagi-lagi beliau katakan ini lebih banyak faktor
psikologis semata karena konsumen telah termakan oleh iklan. Namun demikian,
minum teh pelangsing ini tidaklah akan berbahaya (kecuali kalau sangat
berlebihan karena akan terjadi dehidrasi pula) karena tidak ada efek samping.

Jadi paling banter efek sampingnya adalah boros. Thea folium atau daun teh
dalam teh pelangsing mengandung kafein sekira 1-2,5% yang bisa mendorong
aktivitas dan teofilin yang berfungsi sebagai bahan pelancar air seninya.
Tambahan sediaan lainnya di antaranya Kayu Rapat atau Parameni barbata yang
menurut buku Tumbuhan Berguna Indonesia, bermanfaat untuk mengerutkan rahim
yang membesar dan mencegah rahim melorot. Jadi sebenarnya tidak ada kaitannya
dengan hal melangsingkan tubuh.

Tumbuhan tambahan lainnya biasanya Adas (Foeniculum vulgare) yang dikenal
sebagai obat pembuang gas. Menurut J. Kloppenburg dalam bukunya Petunjuk
Lengkap Mengenai Tanaman di Indonesia dan Khasiatnya, jika ditambahkan Pulasari
(Alyxia stellata), bisa untuk melancarkan air seni.

Sediaan lain yang sering juga ditambahkan adalah daun Jati belanda (Buazuma
ulmifolia) yang menurut K. Heyne, jika diminum dua kali sehari selama 1 bulan,
bisa untuk melangsingkan tubuh karena bisa meluruhkan lemak.

Kesimpulannya, apa pun obat pelangsing yang Anda pilih hendaknya tidak
dikonsumsi dengan serampangan dan sembrono. Konsultasikan dengan tenaga medis
sehingga bisa dipantau pekembangannya.

Untuk obat bebas, juga hendaknya dibaca aturan pakainya dengan benar dan jika
ragu sebaiknya konsultasikan juga pada orang yang kompeten di bidangnya. Jangan
sampai Anda merugi, ingin langsing malahan masuk ke rumah sakit. (Tonny
Sumarsono, Apt/dari berbagai sumber)***

http://klik-brc.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=49

Posted by MuFin On 04.01 No comments READ FULL POST

Minggu, 12 Juni 2011

alcohol antisepticSegala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Mungkin beberapa orang masih ragu untuk menggunakan alkohol antiseptik untuk mengobati luka dan lainnya. Sebagai jalan agar tidak merasa ragu lagi, silakan membaca artikel berikut ini. Semoga Allah memberi kepahaman.

Pengertian Antiseptik

Antiseptik adalah larutan antimikroba yang digunakan untuk mencegah infeksi[1], sepsis[2], dan putrefaksi. Antiseptik berbeda dengan antibiotik dan disinfektan. Antibiotik digunakan untuk membunuh mikroorganisme di dalam tubuh, dan disinfektan digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati. Beberapa antiseptik merupakan germisida, yaitu mampu membunuh mikroba, dan ada pula yang hanya mencegah atau menunda pertumbuhan mikroba tersebut. Antibakterial adalah antiseptik yang hanya dapat dipakai melawan bakteri.[3]

Di antara contoh antiseptik adalah alkohol. Ini adalah jenis antiseptik yang cukup potensial, bekerja dengan cara menggumpalkan protein yang merupakan struktur utama dari kuman sehingga kumannya mati. Alkohol antiseptik relatif aman untuk kulit. Jenis yang digunakan biasanya adalah etil alkohol atau etanol dengan konsentrasi 60-90%. Jenis alkohol lainnya adalah 1-propanol (60–70%) and 2-propanol/isopropanol (70–80%) atau bisa jadi campuran dari jenis-jenis alkohol tadi.[4] Efek sampingnya, menimbulkan rasa terbakar bila digunakan pada kulit yang terkelupas.

Bedakan Antara Alkohol dan Khomr

Perlu dipahami sekali lagi, kata “alkohol” digunakan untuk mengungkapkan salah satu dari tiga hal berikut:

Pertama: Alkohol untuk senyawa kimia yang memiliki gugus fungsional –OH, dan senyawanya biasa diakhiri kata alkohol atau –nol. Contohnya, kandungan alkohol dalam madu lebah adalah: benzyl alkohol, beta-methallyl alkohol, ethanol, isobutanol, 2-butanol, 2-methyl-1-butanol, 3-methyl-1-butanol, 3-methyl-1-butanol, 3-pentanol, n-butanol, n-pentanol, n-propanol, phenylethyl alkohol.

Kedua: Alkohol biasa digunakan untuk menyebut etanol (C2H5OH). Semacam yang biasa kita temui dalam parfum, antiseptik, mouthwash, deodorant, kosmetik, dsb.

Ketiga: Alkohol untuk minuman keras. Minuman ini biasa disebut minuman beralkohol (alcohol beverage) atau alkohol saja, dan sifatnya memabukkan. Di dalam minuman ini terdapat unsur etanol, namun bukan keseluruhannya.

Dari penjelasan di atas, etanol yang terdapat dalam antiseptik masuk dalam kategori yang kedua.

Dan perlu kami tekankan sekali lagi, alkohol yang jelas-jelas diharamkan adalah alkohol yang sifatnya memabukkan yaitu alkohol kategori ketiga. Dalil pengharamannya terdapat dalam Al Qur’an Al Karim. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ , إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khomr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Ma-idah: 90-91)

Yang dimaksudkan dengan khomr dalam ayat di atas dijelaskan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Setiap yang memabukkan adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram.[5]

Jadi, khomr adalah segala sesuatu yang memabukkan. Oleh karenanya, semua minuman keras menjadi haram dikarenakan definisi ini, baik itu bir, wiski, vodka, rhum, dan lainnya. Inilah yang jelas-jelas haramnya. Walaupun itu diminum satu tetes dan tidak menimbulkan mabuk karena sedikit, tetap dinilai haram, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ

Sesuatu yang apabila banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitnya dinilai haram.[6] Artinya jika miras dalam jumlah banyak diminum bisa memabukkan, maka minum satu tetes saja tetap haram walaupun itu tidak memabukkan.

Sedangkan alkohol yang masuk dalam kategori pertama dan kedua tidak bisa kita katakan haram. Karena sekali lagi, illah (sebab) pelarangan khomr adalah karena memabukkan dan bukan sekedar alkohol atau etanol yang terkandung di dalamnya. Begitu pula dalam Al Qur’an dan Al Hadits tidak pernah sama sekali mengharamkan alkohol atau etanol, yang diharamkan adalah khomr.

Oleh karenanya, untuk alkohol kategori pertama dan kedua kita kembalikan ke kaedah, “Hukum asal segala sesuatu adalah halal[7]. Dasarnya adalah firman Allah,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 29)

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" (QS. Al A’rof: 32)

Perbedaan alkohol (etanol) dan minuman beralkohol (arak) sangat jelas kita lihat dari reaksinya:

  1. Alkohol (etanol) dibentuk dari petrokimia (proses dari bahan bakar fosil) melalui hidrasi etilena.
  2. Minuman beralkohol (arak) dibentuk dari melalui fermentasi gula dengan ragi (yeast).

Reaksi sederhana pembentukan etanol:

C2H4 (g) + H2O (g) → C2H5OH (l)

Reaksi sederhana pembentukan minuman beralkohol:

C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2

Perbedaan khas lainnya antara etanol dan minuman beralkohol, yaitu asalnya, etanol murni atau etanol kadar tinggi tidak bisa dikonsumsi. Hal ini berbeda dengan minuman beralkohol. Seandainya alkohol (etanol) murni atau alkohol kadar tinggi (di atas kadar 60%) ingin dikonsumsi maka cuma ada dua kemungkinan, yaitu sakit peruh atau bahkan mati. Oleh karena itu, seringkali kita lihat bahwa alkohol kadar tinggi (di atas 60%) hanya dipakai untuk luar tubuh dan tidak dikonsumsi.

Jika sudah memahami hal ini, pantaskah alkohol antiseptik dihukumi sama dengan khomr? Tidak tepat pula jika dikatakan bahwa alkohol antiseptik adalah barang najis. Karena kita sudah ketahui sendiri bahwa alkohol antiseptik bukanlah khomr sehingga tidak bisa disamakan dengan miras (vodka, wiski dan lainnya). Apalagi pendapat yang terkuat dari pendapat ulama yang ada, khomr tidaklah najis sebagaimana telah kami jelaskan dalam tulisan-tulisan sebelumnya di web ini. Lantas mengapa penggunaan alkohol antiseptik mesti diragukan?

Pendukung dari Fatwa Ulama

Fatwa Pertama:

Soal: Apa hukum cairan beralkohol dan alkohol yang digunakan untuk mengobati luka? Lalu bagaimana hukum menggunakan Bir untuk maksud ini? Bagaimana pendapat Anda mengenai Bir yang tertulis bebas alkohol?

Jawab:

Cairan beralkohol dan alkohol yang digunakan untuk membersihkan luka (alkohol antiseptik) itu diperbolehkan. Adapun Bir jika sedikit saja digunakan –padahal kalau diminum banyak pasti memabukkan-, maka tidak boleh digunakan. Adapun jika Bir itu bebas dari alkohol, maka kita kembalikan pada hukum asal minuman yaitu halal.

Hanya Allah yang memberi taufik.

Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Yang menandatangai fatwa ini:

Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud, ‘Abdullah bin Ghodyan

Wakil Ketua: ‘Abdur Rozaq ‘Afifi

Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[8]

Fatwa Kedua:

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin pernah memberi penjelasan sebagai berikut.

“Lalu bagaimana jika seseorang ingin mengobati lukanya dengan alkohol antiseptik, boleh ataukah tidak? Jawabannya, boleh. Karena sudah kami tegaskan ini bukanlah haram. Oleh karena itu, kalau sudah diketahui penggunaan alkohol semacam itu tidaklah haram, apabila ada kebutuhan, hal ini tentu saja dibolehkan dan menghilangkan segala kerancuan yang ada.”[9]

Kemunduran Islam Akibat Diharamkannya Alkohol Antiseptik

Coba kita simak penjelasan Syaikh Muhammad Rosyid Ridho dalam Fatawanya hal. 1631, yang dinukil oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin. Ringkasnya, beliau rahimahullah berkata,

“Alkohol adalah zat yang suci dan mensucikan. Alkohol merupakan zat yang sangat urgen dalam dunia farmasi dan pengobatan dalam kedokteran serta pabrik-pabrik. Alkohol telah tercampur dalam banyak obat-obatan. Pengharaman penggunaan alkohol bagi kaum muslimin menghalangi mereka untuk bisa menjadi pakar dalam banyak bidang ilmu dan teknologi. Hal ini malah akan menyebabkan orang-orang kafir unggul atas kaum muslimin dalam bidang kimia, farmasi, kedokteran, pengobatan, dan industri. Pengharaman penggunaan alkohol bisa jadi merupakan sebab terbesar meninggalnya orang-orang yang sakit dan yang terluka atau menyebabkan lama sembuh atau semakin parah.” Syaikh Ibnu Utsaimin lantas memberi tanggapan, “Ini perkataan yang amat bagus dari beliau rahimahullah.”[10]

Kesimpulan

Menggunakan alkohol antiseptik dibolehkan dengan beberapa alasan:

  1. Alkohol antiseptik bukanlah khomr. Sedangkan yang dilarang dalam Al Qur’an dan Al Hadits adalah khomr yaitu segala sesuatu yang memabukkan.
  2. Asal alkohol adalah zat yang suci dan halal, termasuk pula alkohol antiseptik. Dan jikalau mau dikatakan alkohol itu termasuk khomr –namun ini jelas kurang tepat-, kita katakan bahwa khomr itu suci dan tidak najis.
  3. Alkohol antiseptik digunakan untuk luar tubuh dan tidak bisa dikonsumsi, berbeda dengan khomr yang memang diproduksi untuk diminum (dikonsumsi).
  4. Alkohol antiseptik digunakan dalam keadaan darurat dan termasuk antiseptik yang relatif aman bagi kulit.

Semoga para pembaca tidak ada keraguan lagi untuk menggunakan alkohol antiseptik setelah membaca tulisan ini. Kami harapkan para pembaca dapat menyimak tulisan-tulisan kami sebelumnya tentang alkohol dan khomr di web ini.

Semoga Allah selalu memberikan tambahan ilmu yang bermanfaat kepada kita sekalian.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal (Alumni Teknik Kimia UGM angkatan ’02-’07)
selengkapnya baca di rumaysho.com

Posted by MuFin On 03.20 No comments READ FULL POST

Sabtu, 11 Juni 2011

Tidur merupakan kebutuhan alami manusia. Dengan tidur yang berkualitas, metabolisme tubuh ditata kembali. Kita juga memiliki kesempatan untuk melakukan regenerasi / mengganti sel-sel tubuh yang mati.

Nah tahukah Anda, bagaimana cara mendapatkan tidur yang baik dan berkualitas? Salah satu caranya adalah dengan memadamkan lampu di waktu tidur normal (9 malam hingga 8 pagi) demi mendapatkan hormon melatonin secara maksimal.

Hormon Melatonin

Adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur.

Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02.00 – 04.00 dan paling rendah di sore hari. Ini juga menjawab kenapa orang semakin bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena secara alamiah, produksi hormon melatonin ini juga akan mengalami penurunan, sejalan dengan pertambahan usia manusia.

Penurunan yang drastis biasanya terjadi sekitar usia 40 tahun sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun dan sering berefek pada kesulitan tidur.

Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin.

Memang, ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap. Namun jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini perlu diperhatikan juga. Antara lain dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Matikan Televisi dan Musik

Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, atau menonton televisi sampai tertidur, atau membiarkan lampu di ruangan menyala terang, memang sulit dihilangkan dan menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur.

http://www.banjarmasinpost.co.id/photo/2009/04/bf3304d5f68ddf2ff68801c1d7d932ce.jpg

Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress). Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman.

Penjelasannya :

Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh.

Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita.

Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata. Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk.

Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita.

[http://argakencana.blogspot.com/2010/08/bahaya-tidur-dengan-tv-menyala-atau.html]
Posted by MuFin On 17.31 No comments READ FULL POST
Itu merupakan tanda reycle yg biasanya ada di botol-botol plastik, baik minuman plastik biasa, shampo, botol bayi dan lain-lain, di sini saya akan coba menjelaskan arti dari simbol tersebut, efek samping dan dampaknya.


1. PET — Polyethylene Terephthalate
http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/Ml/plastic-recycling-symbols-1-lg.jpg


Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate). Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI,kenapa?Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).
Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut.
Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

2. HDPE — High Density Polyethylene



Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.
Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.
HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.
HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V — Polyvinyl Chloride



Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.
Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.
PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC.
Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

4. LDPE — Low Density Polyethylene



Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE – LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP — Polypropylene



Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP – PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6 . PS — Polystyrene



Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS – PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja.
PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.
Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.
Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.



Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.
Posted by MuFin On 04.48 No comments READ FULL POST

salah satu mimpiku..

salah satu mimpiku..
Prof. Dr. Fina M, Ir., M.Sc. (say : amin )

UNPAD

Himatipan UNPAD

Himatipan UNPAD
Blog himpunan jurasan teknologi pangan, Faktultas teknologi Industri Pertanian, UNPAD.

Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi

Total Tayangan Halaman

jejak pengunjung.......

About Me

Foto Saya
MuFin
alhamdulillah, sekarang menuntut ilmu di kota "paris van java", angkatan 2009. target saya lulus 4 tahun (amin..) Berusaha agar hidup semata2 hanya untuk Allah.. Aku hanyalah seorang perempuan biasa yang memiliki mimpi yang tak biasa, seorang perempuan tak pintar yang ingin belajar untuk menjadi pintar, seorang perempuan yang penakut yang selalu semangat meraih cita-cita, seorang perempuan cengeng yang selalu berani menatap masa depan, seorang perempuan yang selalu menatap dengan senyum walau badai menghampiri... menatap ke bawah saat tergoncang, dan menatap ke atas saat tak ada badai dan Aku.... mencintai nya, sangat mencintai Nya.
Lihat profil lengkapku
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

    ^_^


    Recent Posts

    Text Widget

    ”Ada tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang, maka dia akan mendapatkan manisnya iman. Yaitu, dia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada selain keduanya. Dia mencintai seseorang dan dia tidak mencintainya melainkan karena Allah. Dia enggan kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu, sebagaimana dia enggan untuk dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Listen To Qur'an

    Unordered List

    BThemes

    free counters

    Followers