Bismillah....
"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya)." (QS. AN NAML:62)
Kamis, 07 Juli 2011
Rabu, 29 Juni 2011










*foto2 di atas ambil menggunakan Alat pribadi pada Rabu, 29 Juni 2011/ 27 Rajab1432 H
Untuk tulisan terkait bisa di lihat di
Detiknews.com ( lebak bulus)
Detiknews.com (lebak bulus macet)
Tribunnews.com (ribuan menghadiri)
Bandung.detik.com (negara islam dan bukan nii)
Bandung.detik.com (tiket masuk)
Bandung.detik.com (pencak silat memeriahkan)
Pikiran-rakyat.com (berita)
Globalmuslim.web.id (dimeriahkan )
siaran langsung
Kamis, 23 Juni 2011

“Salah satu kesenangan kelompok Islam adalah mengumpulkan massa dalam jumlah besar, show of force. Nanti yang lain juga begitu. Kayak saingan banyak-banyakan pengikut. Cara seperti ini tidak menyelesaikan masalah. Ini kerja ga kongkrit. Tidak terukur. Mendingan HTI bekerja, misalnya untuk mengentaskan kemiskinan. Daripada bikin kegiatan yang mengundang massa besar, tapi ga jelas apa hasilnya…" Pernyataan salah satu anggota redaksi harian Kompas dalam pertemuan dengan delegasi HTI beberapa waktu lalu, dalam rangka sosialisasi Konferensi Rajab.
Pernyataan ini mengemuka setelah menyaksikan tayangan profil singkat HTI yang diantarnya memang banyak menampilkan cuplikan gambar dari agenda dan aksi-aksi besar semisal Konferensi Khilafah Internasional (KKI) 2007 yang dihadiri oleh sekitar 100.000 Orang, Muktamar Ulama Nasional (MUN) 2009 yang dihadiri oleh sekitar 7.000 ulama, Muktamar Mubalighah Indonesia (MMI) 2010 yang dihadiri oleh sekitar 6.000 mubalighah, serta aksi Century, aksi Negara gagal, dan lainya, yang tampak selalu dipadati masa.
Agaknya anggota redaksi harian Kompas diatas, dan mungkin banyak lagi pihak lain yang berpikiran sama bahwa kegiatan-kegiatan besar semacam itu hanya buang-buang energi saja. tidak kongkrit, tidak membekas. Dan tidak menyelesaikan masalah yang sedang membelit masyarakat dan negeri ini.
Memang, masyarakat saat ini tengah dirundung banyak sekali masalah. Mulai dari masalah ekonomi, social, hukum, pendidikan, hingga masalah yang menyangkut kesahatan dan perumahan. Semua itu tentu membutuhkan penyelesaian konkrit. Masalah rendahnya tingkat pendidikan dan tingginya angka putus sekolah misalnya harus diselesaikan dengan cara memberikan bantuan biaya secara massif kepada mereka yang tidak mampu. Problem Kemiskinan harus diatasi dengan meningkatkan jumlah lapangan kerja dan perbaikan pola distribusi kekayaan. Pendek kata, masalah yang dihadapi adalah masalah kongkrit, tentu solusi yang ditawarkan juga harus kongkrit&politis. Bila demikan, lalu apa mamfaat dari aksi dan acara besar yang telah dan akan diiadakan oleh HTI?
Kegiatan-kegiatan tersebut harus difahami dalam konteks penyadaran umat dan usaha melakukan perubahan politik. Selama ini sering sekali dikeluhkan bahwa sulit sekali melakukan perubahan politik di negeri ini. Partai-partai islam yang digadang-gadang bisa melakukan perubahan melalui jalur parlemen nyatanya tak banyak mendapat dukungan. Dalam setiap pemilu partai-partai islam selalu kalah oleh partai-partai sekular. Sebaliknya, perubahan melalui jalur di luar parlemen sering dianggap bukan jalur ideal meski fakta membuktikan semua perubahan besar di berbagai Negara termasuk Indonesia terjadi melalui jalur non-parlemen.
Saat ditanyakan mengapa umat tidak banyak mendukung parpol Islam, dan mengapa pula peubahan politik non parlemen sulit dilakukan. Jawabanya senada; Karena Umat Kurang Sadar. Nah, kalau benar umat kurang sadar, mengapa tidak dilakukan usaha menyadaran? Penyadaran adalah langkah penting dalam proses perubahan politik. Sayang langkah ini tak sungguh-sungguh dikerjakan dengan tekun. “Semua orang ingin hasilnya tapi tidak mau melakukan prosesnya”. Disinilah letak perbedaan pokok HT dengan yang lain.
Sbagai sbuah gerakan politik, HT sangat menyadari benar pentingnya kesadaran umat. Dukungan umat dlm perubaan politik mutlak adanya. Tanpa dukungan masyarakat, mustahil perubahan dapat dilakukan. Dukungan ini hanya mungkin lahir bila umat menyadari betapa rusaknya keadaan masyarakat saat ini, serta tatanan pengganti seperti apa yang harus diperjuangkan dan bagaimana cara perubahan itu dilakukan.
Maka dari itu, HT telah sejak awal melakukan proses penyadaran itu. Bahkan HT menjadikan hal itu sebagai kegiatan atau amal dakwah utama dalam tahapan dakwah yang dijalani. Inilah kegiatan tatsqif al-ummah (pembinaan umat) dalam tahapan dakwah pembinaan/pengkaderan. Dalam tahapan ini dengan berbagai uslub (cara) dan wasilah HT melakukan pembinaan umat. Tujuannya untuk terbentunknya kesadaran umum dan kesadaran politik di tengah-tengah umat. Acara-acara besar seperti KKI, MUN, MMI dan Konferensi Rajab -yang insyaalloh akan dilaksanakan estafet selama bulan Juni di 29 Kota- serta acara-acara serupa pada masa mendatang adalah cara dan sarana yang ditempuh oleh HTI dalam proses penyadaran umat. Hasilnya adalah peningkatan kesadaran umat sebagaimana dibuktikan dalam berbagai survey yang dilakukan oleh HTI atau oleh Lembaga-lembaga lain secara berkala. Misalnya seperti hasil survey SEM Institute tahun 2010, yang menunjukkan bahw mayoritas responden (74%) setuju penerapan syariah. Bahkan mayoritas responden (83%) setuju penegakan Khilafah. Angka-angka ini tentu masih bisa berubah seiring makin gencarnya berbagai kegiatan pembinaaan umat yang dilakukan oleh berbagai kelompok dakwah termasuk HTI.
Jadi, siapa bilang Edukasi public seperti yang dilakukan oleh HTI melalui berbagai kegiatan itu sia-sia? Insyaalloh tidak ada yang sia-sia. Terbukti dengan adanya peningkatan terus menerus pemahaman atau kesadaran umat.
Nah, Konferensi Rajab masih in-line dengan misi penyadaran umat ini. Apalagi dalam situasi genting seperti sekarang ini –saat umat tengah hidup dalam berbagai persoalan kronis- forum besar itu nanti akan menegaskan bahwa pangkal semua problem itu adalah bobrokya Ideology Capitalism yang saat ini mendominasi dunia termasuk Indonesia. Solusinya tidak lain dengan mencampakkan ideology busuk tersebut dan mnggantinya dengan system yang bersumber dari sang Pencipta. Itulah Syariah. Syariah itu untuk bisa memberikan rahmat (kesejahteraan, keadilan, kedamian dan ketentraman) bagi semua seperti yang dijanjikan, tentu harus diterapkan secara kaffah dalam sistem KHILAFAH. Itulah mengapa tajuk Konferensi Rajab adalah “Hidup Sejahtera Dibawah Naungan Khilafah”
(Dikutip dari Catatan Jubir HTI Ust. Ismail Yusanto, di tulis ulang oleh Fahrur Rozi, dan di kemas lagi oleh Mufin.Fin.Fin)
Sabtu, 11 Juni 2011
Nah tahukah Anda, bagaimana cara mendapatkan tidur yang baik dan berkualitas? Salah satu caranya adalah dengan memadamkan lampu di waktu tidur normal (9 malam hingga 8 pagi) demi mendapatkan hormon melatonin secara maksimal.
Hormon Melatonin
Adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur.
Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02.00 – 04.00 dan paling rendah di sore hari. Ini juga menjawab kenapa orang semakin bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena secara alamiah, produksi hormon melatonin ini juga akan mengalami penurunan, sejalan dengan pertambahan usia manusia.
Penurunan yang drastis biasanya terjadi sekitar usia 40 tahun sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun dan sering berefek pada kesulitan tidur.
Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin.
Memang, ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap. Namun jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini perlu diperhatikan juga. Antara lain dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Matikan Televisi dan Musik
Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, atau menonton televisi sampai tertidur, atau membiarkan lampu di ruangan menyala terang, memang sulit dihilangkan dan menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur.
http://www.banjarmasinpost.co.id/photo/2009/04/bf3304d5f68ddf2ff68801c1d7d932ce.jpg
Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress). Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman.
Penjelasannya :
Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh.
Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita.
Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata. Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk.
Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita.
[http://argakencana.blogspot.com/2010/08/bahaya-tidur-dengan-tv-menyala-atau.html]
Senin, 06 Juni 2011
Mau liburan yg GAK BIASA?
Mau dpt ilmu yg LUAR BIASA?
Mau acara KELAS DUNIA harga MAHASISWA?
Pastikan dirimu jd yg DASYAT LUAR BIASA dgn mendaftarkan diri menjadi peserta Pesantren Liburan Mahasiswa 23rd DKM UNPAD.
Cp: 085793152968 (ikhwan) atau 085624940421 (akhwat)

DKM UNPAD mempersembahkan sebuah acara luar biasa bernama PESANTREN LIBURAN MAHASISWA EXCELLENT, yang akan diselenggarakan pada :
waktu : 18-21 JUNI 2011
Tempat : Lembaga Administrasi Negara Kiara Payung
Pembicara : Pak Fahmi Lukman (pembina DKM UNPAD), pak Faqih Syarif (Trainer Nasional), Pak Agus Achyar (Trainer Nasional), Kang Rizki Awal (BE BKLDK Nasional), OUTBOUND SERU, GAMES CERIA DLL
AYoooo, libatkan dirimu dalam acara PESANTREN SERUUUU ini, HTM nya hanya 80.000 untuk 20 pendaftar pertama, dan 100.000 untuk pendaftar selanjutnya. Eits, bakal dapet sertifikat, block notes, dan masih banyak lagi deh.
kunjungi juga grup kami
salah satu mimpiku..
Prof. Dr. Fina M, Ir., M.Sc. (say : amin )
Himatipan UNPAD
Total Tayangan Halaman
jejak pengunjung.......
About Me
- MuFin
- alhamdulillah, sekarang menuntut ilmu di kota "paris van java", angkatan 2009. target saya lulus 4 tahun (amin..) Berusaha agar hidup semata2 hanya untuk Allah.. Aku hanyalah seorang perempuan biasa yang memiliki mimpi yang tak biasa, seorang perempuan tak pintar yang ingin belajar untuk menjadi pintar, seorang perempuan yang penakut yang selalu semangat meraih cita-cita, seorang perempuan cengeng yang selalu berani menatap masa depan, seorang perempuan yang selalu menatap dengan senyum walau badai menghampiri... menatap ke bawah saat tergoncang, dan menatap ke atas saat tak ada badai dan Aku.... mencintai nya, sangat mencintai Nya.









